Kamis, 22 Desember 2011
i b u . . .
Di kala resah ini kian
mendesah dan
menggalaukan
jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka hingga akhirnya…
tercabik-cabiklah
keteguhan hatiku
Kau masih ada di
sana… Ketika aku lelah dan
semangatku patah
untuk meneruskan
perjuangan,
terhenti oleh kerikil –
kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku
pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di
sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan Ibu…kau basuh
kesedihanku,
kehampaanku dan
ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya
insan Sang Kuasa, Memiliki tugas di bumi
tuk menegakkan
kalimatNya
Kita adalah jasad,
jiwa, dan ruh yang
terpadu Untuk memberi arti
bagi diri dan yang
lain”
Kata-katamu laksana
embun di padang
gersang nuraniku memberiku setitik
cahaya dalam
kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu
untukku, dengan
tulus tak berpamrih Kusandarkan diriku
di bahumu
Terasa…
kelembutanmu
menembus dinding-
dinding kalbuku Menghancurleburkan
segala keangkuhan
diri
Meluluhkan semua
kelelahan dan beban
dunia Dan membiarkannya
tenang terhanyut
bersama kedalaman
hatimu Kutatap perlahan…
matamu yang
membiaskan
ketegaran dan
perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain
di bola matamu,
jatuh…setetes demi
setetes
Kau biarkan ia menari
di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik
panasnya gurun
sahara Ibu…
Nasihatmu memberi
kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi
penyangga
kerapuhanku untuk ,menapaki hari-
hari penuh liku
…semoga semua itu
tak akan pernah layu! Ibu…
Dalam kelembutan
cintamu, kulihat
kekuatan
dalam tangis air
matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu,
terkumpul seluruh
daya dunia!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar